Jenis Kucing Persia Serta Sejarah dan Karakteristik

Jenis Kucing Persia Serta Sejarah dan karakteristikKucing persia memiliki karakter pemalas ini sangat di gemari oleh para pecinta kucing karena kelucuan dan keimutannya yang bisa di bilang lain dari kucing lainnya. Kucing persia juga adalah tipe manja dan bisa membentuk hubungan batin dengan pemiliknya.

Kucing persia menjadi terkenal dan unik karena rambut yang panjang serta lebat dan hidungnya yang pesek. Tapi sebenarnya tidak semua kucing persia mempunyai hidung yang pesek.

Sejarah

Kucing persia sesuai namanya pertama kali di temui di negara Persia yang sekarang di sebut negara Iran. kucing persia punya bulu yang panjang, wajah bulat, dan mulut atau moncong pendek sebagai ciri khasnya.

Tahun 1620, awal mula kucing persia mulai di kenal oleh pecinta kucing Italia. Kemudian setelah itu, popularitas kucing persia mulai di kenal oleh pecinta kucing di negara amerika dan inggris.

Lalu pada tahun 1871, Harrison Weir mengadakan kontes lomba kucing persia di Crystal Palace, kota London. Harrison Weir yang juga sering di sebut sebagai Bapak Kucing Lucu adalah pendiri dari club National Cat. kemudian mulai saat itu kucing persia bertambah populer di berbagai negara khususnya Indonesia.

Di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris, kucing persia ini sering di sebut dengan persian longhair. Sedangkan di negara Timur Tengah, kucing persia di kenal dengan nama shirazi. Di Indonesia orang-orang menyebutnya dengan kucing persia.

BACA JUGA : Merawat Kucing Gangguan Metabolisme Mellitus

Karakter Kucing Persia

Kucing persia adalah jenis yang sangat tenang, mudah di kontrol, dan lebih cenderung tidak rewel. Dan Kucing persia juga sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya khususnya lingkungan baru.

Apalagi Kucing persia juga sangat responsif dan sangat peduli terhadap pemiliknya. Sifat kucing persia juga sangat manja, sehingga kucing persia akan terus menempel pada pemiliknya.

Pada umumnya, kucing persia memiliki tubuh tambun dan berotot yang di tutupi oleh rambut-rambut halusnya. Wajah kucing persia berbentuk bulat dan lebar serta memiliki moncong yang pendek.

Kucing persia memiliki rahang kuat dan lebar dengan pipi chubby yang membuatnya terlihat sangat lucu. Selain itu, warna rambut kucing persia yang beragam juga menambah kelucuannya.

Standar yang di berikan The Cat Fanciers’ Association (CFA), kucing persia memiliki 7 variasi warna rambut yang berbeda-beda. Warna tersebut adalah solid, silver-golden, smoke, tabby, parti-colour, caloco, dan himalaya.

Jika kamu memutuskan untuk memelihar kucing persia, maka jaga kebersihan rambutnya. Karena rambut kucing persia yang lebat dan panjang, untuk membersihkannya pun tidak mudah. Kamu perlu untuk membawa kucing persia ke salon hewan untuk memandikannya secara rutin supaya kesehatan kulit dan rambut kucing persia mu tetap terjaga.

Mata kucing persia juga perlu di perhatikan secara khusus. Banyak kucing persia memiliki masalah dengan penglihatannya. Hal itu di karenakan kucing persia cenderung mengeluarkan banyak air mata.

Jika air mata kucing persia tidak di bersihkan, akan menimbulkan penyakit. jadi karena itu selalu siapkan tisu khusus mata kucing persia kalian dan rajin-rajinlah membersihkannya, supaya kesehatan kucing persia kalian tetap terjaga.

Kucing Anggora dan Kucing Persia Berbeda

Sebelum membahas mengenai jenis-jenis kucing persia, akan lebih baik jika kamu mengetahui perbedaan kucing persia dengan kucing anggora. Banyak orang awam dan pecinta kucing yang mengalami kesulitan dalam membedakannya.

Hal yang paling menonjol adalah pada bagian wajah kucing. Bentuk wajah kucing anggora terlihat lebih runcing dan hidungnya pun tampak mancung, sedangkan kucing persia berwajah lebih bulat dengan hidungnya yang pesek.

Walaupun ada beberapa kucing persia yang tidak berhidung pesek, hidungnya tetap lebih datar dari kucing anggora. Selain itu, ukuran badan kucing persia juga lebih besar dari kucing anggora. Dengan kata lain, kucing anggora memiliki tubuh yang terlihat lebih langsing di bandingkan kucing persia.

Perbedaan kucing persia dan kucing anggora yang berikutnya dapat di lihat dari rambut. Keduanya memang sama-sama memiliki rambut yang lebat. Namun, kucing persia memiliki rambut yang lebih panjang dan tebal.

Seluruh tubuh kucing persia cenderung memiliki rambut yang tebal dan panjang. Sedangkan untuk kucing anggora rambut terpanjangnya terletak pada ekor saja.

Selain dari bentuk wajah, rambut, dan bentuk tubuh, kucing persia dan kucing anggora dapat di bedakan melalui perilakunya. Kucing persia adalah tipe yang pasif sedangkan kucing anggora adalah tipe yang lebih aktif.

Kucing persia adalah jenis kucing yang sedikit pemalas, manja, dan tenang. Sedangkan kucing anggora lebih aktif, senang bermain, dan energik. Walaupun ada beberapa jenis kucing persia yang aktif, namun tidak selincah kucing anggora.

Jika kamu menginginkan peliharaan yang tenang dan manja, cobalah untuk memelihara kucing persia yang lucu ini. Kelakuan kucing persia yang senang manja-manjaan dengan sang pemilik akan menjadikannya sangat menggemaskan.

Jenis-Jenis Kucing Persia

Di Indonesia, ada empat jenis kucing persia yang sering di jadikan peliharaan. Jenis-jenis kucing persia pun sebenarnya dapat di bedakan dari wajah dan bentuk hidungnya. Agar kamu bisa membedakannya, mari simak langsung penjelasannya di bawah ini.

1. Kucing Persia Himalaya

Kucing persia biasanya identik dengan hidung yang pesek, bulunya yang lebat, atau keduanya. Sedangkan, kucing persia himalaya ini memiliki rambut yang sangat panjang dan tebal, tetapi hidungnya tidak terlalu datar/pesek.

Kucing Persia himalaya yang menggemaskan ini di kenal dengan sebutan kucing berpola color point. Karena, kucing persia himalaya memiliki warna rambut yang berpola yaitu berwarna coklat tua atau hitam hanya di bagian wajah, telinga, hidung, ekor, dan ujung kaki saja. Bagian tubuh yang lainnya berwarna coklat muda atau putih.

Warna rambut berpola ini yang kemudian menjadi ciri khas dari kucing persia himalaya. Ciri lain kucing persia himalaya adalah memiliki postur tubuh yang cukup besar dengan berat kurang lebih 4 hingga 6 kg. Apabila kamu merawat kucing persia jenis ini dengan baik, kucing persia himalaya ini mampu bertahan hidup hingga 15 tahun.

Kebanyakan orang mungkin kesulitan membedakan antara kucing persia himalaya dan kucing siam. Kucing siam adalah salah satu ras kucing yang berasal dari negara Thailand.

Sebenarnya kedua kucing ini bisa sangat mudah di bedakan. Kucing siam memiliki rambut tipis dan tidak begitu lebat, sedangkan kucing persia himalaya rambutnya lebih panjang dan tebal. Ekor kucing persia himalaya lebih panjang dan memiliki bulu yang sangat tebal.

Kucing persia himalaya adalah tipikal kucing yang jinak, tenang, dan manja. Kucing persia Hilamaya sendiri sangat senang tidur atau berada di sekitar orang-orang dan menyukai mainan anak-anak yang menarik.

Hal yang paling kucing persia himalaya tidak sukai adalah berada di tempat yang bising. Jadi akan lebih baik kalau kamu menjauhkan kucing persia himalaya dari keramaian.

Kucing persia himalaya tidak suka melompat dan memanjat tirai rumah seperti kucing-kucing lainnya. Jadi kamu tidak perlu khawatir karena Kucing persia himalaya tidak akan merusak perabotan rumahmu.

Harga kucing persia himalaya lebih murah di bandingkan jenis kucing persia lainnya. Untuk kucing dewasa atau berusia minimal enam bulan harganya berkisar 9 juta rupiah.

2. Kucing Persia Flatnose

Berbeda dengan kucing persia himalaya yang memiliki ciri khas rambut yang berpola. Kucing persia flatnose ini ciri khasnya adalah hidung yang pesek atau datar. Hidung kucing persia flatnose yang berukuran kecil ini biasanya sejajar dengan matanya. Jika di perhatikan wajahnya akan terlihat sangat lucu dan menggemaskan.

Ciri lain dari kucing persia flatnose adalah memiliki bentuk kepala yang tidak bulat atau sedikit kotak. Hal tersebut membuat pipi kucing persia flatnose terlihat lebih chubby.

Kucing persia flatnose yang populer di Amerika Serikat ini memiliki rambut panjang, mata kecil, dan badan yang gemuk. Kuping kucing persia flatnose juga berbentuk kecil dan meruncing dengan jarak antara kanan dan kiri cukup jauh.

Tubuh kucing persia flatnose terlihat bantet dan pendek. Di karenakan kucing persia flatnose memiliki ukuran kaki yang sedang. karena ukuran kakinya tidak terlalu panjang dan tidak pendek.

Keunikan wajah dan kelucuan kucing persia flatnose maka banyak di gemari oleh para pecinta kucing. Apabila kamu menyukai hewan yang suka bermain dan aktif, memelihara jenis kucing persia ini adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, tidak seperti jenis kucing himalaya yang tenang, kucing persia flatnose ini lebih aktif dan suka bermain.

Kucing persia flatnose suka melompat, berlarian, dan bermain-main dengan benda di sekitarnya. Oleh karena itu sediakan tempat yang luas dan jauhkan dari perabotan yang mudah pecah. Di khawatirkan, perabotan tersebut bila pecah akan melukai kucing persia flatnose yang lucu ini.

Kamu perlu sangat berhati-hati saat memberi makanan untuk kucing persia flatnose. Kucing persia flatnose ini hobi makan. Apabila kamu terus menerus memberi makanan, bisa membahayakan kesehatan kucing persia flatnose. Penyakit yang bisa menjangkit kucing persia flatnose ini adalah obesitas atau berat badan berlebihan.

Harga kucing persia flatnose yang masih muda atau usia sekitar 3 bulan saja bisa mencapai 5 juta rupiah. Kucing persia flatnose dewasa atau usia minimal 6 bulan harganya bisa mencapai 11 juta rupiah.

3. Kucing Persia Medium

Kalau kucing persia himalaya hidungnya mancung, kucing persia flatnose memiliki hidung yang datar. Sedangkan kucing persia medium ini bisa di bilang hidungnya nanggung. Kok bisa nanggung? Di karenakan hidung kucing persia medium tidak terlalu pesek tapi juga tidak mancung.

Dengan kata lain, perbedaan kucing persia medium dengan jenis lain adalah hidungnya yang setengah pesek. Selain itu, kucing persia medium juga memiliki rambut yang paling lebat di antara jenis yang lain.

Jenis kucing persia medium di bedakan menjadi dua, shorthair dan longhair. Hal yang membedakan hanyalah panjang rambut kucing persia medium. Apabila berambut panjang dan tebal, kucing persia medium termasuk dalam longhair.

Sebaliknya, jika rambut kucing persia medium pendek, maka termasuk dalam kucing persia medium shorthair. Perawatannya pun lebih sulit yang longhair, karena semakin panjang rambutnya pastinya perlu perhatian yang khusus pula.

Harga kucing persia medium ini relatif paling murah di antara jenis yang lain. Untuk yang kucing persia medium dewasa harganya bisa mencapai 8 juta rupiah. Sedangkan untuk kucing persia medium yang masih muda atau kisaran usia 3 bulan harganya sekitar 2 juta rupiah.

4. Kucing Persia Peaknose

Pernahkah kamu mendengar kalimat “semakin pesek hidung persia, harganya semakin mahal” ? Kalimat itu memang sangat benar.

Karena kucing persia peaknose memiliki hidung yang paling pesek dan harganya paling mahal di antara jenis kucing persia. Harga untuk yang kucing persia peaknose ukuran dewasa bisa mencapai 12 juta rupiah.

Kucing persia peaknose hampir mirip dengan kucing persia flatnose. Bedanya ada pada hidung dari kucing persia flatnose lebih datar, kecil, dan pesek di bandingkan dengan kucing persia flatnose.

Jenis kucing persia termahal ini ada dua yaitu persia peaknose dan persia peaknose ekstrim. Perbedaan dari kedua jenis kucing persia ini adalah ukuran hidungnya. Peaknose ekstrim memiliki hidung yang lebih pesek dari peaknose biasa.

Agar mudah dalam di bedakan, lihatlah kedua jenis kucing persia peaknose ini dari samping. Untuk yang jenis ekstrim, dari samping wajahnya terlihat sangat rata atau datar. Hampir tidak ada bagian hidung yang menonjol.

Perawatan Secara Intensif Sangat Penting

Rambut kucing persia yang panjang dan lebat ini membutuhkan perawatan intensif. Kamu perlu merawat kucing persia mu secara rutin, seperti memandikannya, menyisirinya, menggunting kukunya, dll.

Jika kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, ajaklah kucing persia mu ke pet care atau petshop, supaya kebersihannya tetap terjaga. Hal tersebut harus kamu perhatikan karena hewan lucu ini sangat menyukai kebersihan.

Penulis : Nuclearworld

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *