Game Awards 2020 The Best Game : Among Us

Game Awards 2020 The Best Game – Game Among Us yang memiliki banyak pemain di seluruh dunia Memenangkan dua penghargaan untuk kategori Best Mobile Game dan Best Multiplayer di The Game Awards 2020.

Popularitas game Among Us di Indonesia memang belum se-hits Mobile Legend, Free Fire atau pun PUBG Mobile, namun menurut data yang di dapat di discord.com sudah ada 56.436 pemain Among Us di Indonesia.

Itu data dari yang menggunakan Discord saja, belum termasuk yang tidak menggunakan Discord. Discord adalah aplikasi voice chat gratis yang di gunakan untuk berkomunikasi suara dengan pemain lain di dalam game.

Jumlah pemain Among Us di Indonesia mungkin masih terus bertambah sejak viralnya game ini pada September 2020 karena pengaruh dari YouTuber gaming terkenal yang memainkannya, seperti MiawAug dan Jess No Limit.

Pada 2019 penghargaan ini di selenggarakan di Microsoft Theater di Los Angeles, Dan tahun ini, tentu saja, di selenggarakan secara online selama tiga jam penuh dari Los Angeles, London, dan Tokyo.

Yang paling di tunggu pada acara tersebut kemungkinan adalah live show berjudul Among Us in Real Life. Para pemeran mungkin akan menggunakan custome play (cosplay) dan menjadi impostor serta crewmate seperti yang ada di dalam game Among Us.

BACA JUGA : Sejarah Ceme Online Idnplay

Kapan Game Indonesia Masuk Game Awards 2020 The Best Game ?

Indonesia juga memiliki banyak game developer, di antaranya juga sudah mulai mendunia, yaitu:

-Minimo Studio, pembuat game kesukaan anak perempuan saya yaitu Mini Racing Adventures.

-Own Games. Developer ini membuat Tahu Bulat yang pernah sangat populer di 2016.

-Touchten Games, pembuat game Warung Chain. Semua game buatan developer ini sudah di unduh lebih dari 20 juta orang.

-Toge Production yang membuat Coffee Talk.

-Kidalang, pembuat One Small Fire at a Time.

Game sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari industri kreatif.

Di sebut industri kreatif di karena orang-orang yang bekerja di dalamnya harus sangat kreatif agar dapat menciptakan hiburan yang di minati orang.

Untuk satu game simpel bergenre kasual game seperti Talking Tom saja bisa 5-6 orang yang mengerjakan. Apalagi jika jenis survival game seperti Fortnite dan social deduction seperti Among Us. Biasanya di kerjakan oleh banyak orang agar hasil karya lebih maksimal dan optimal.

Dalam satu tim pembuat game terdiri dari penulis cerita, desainer grafis, programmer, software developer, animator, penata suara, game play tester.  Serta para player untuk mencoba apa ada bug dalam game atau hal lain yang harus di sempurnakan.

Indonesia Game Awards 2020.

Sangat di sayangkan, Indonesia Game Awards 2020 baru sebatas memberi penghargaan pada yang karegori favorit sesuai voting dari masyarakat umum.

Belum ada standard umum secara keseluruhan apakah suatu game dapat di katakan bagus atau tidak seperti pada Game Awards 2020.

Permasalahan kecanduan bermain game di karenakan pemainnya memiliki permasalahan pada mentalnya, dan bukan pada permainannya. Jika ada anak yang lebih sering main game dari pada belajar maka permasalahannya terletak pada orang tuanya yang gagal dalam mengasuh anak. dan bukan gamenya.

Game seperti obat penenang yang di khususkan untuk penderita gangguan tidur dan stres berlebihan, jika di telan oleh orang yang sehat tentu saja akan menimbulkan kecanduan.

Begitu juga video game di ciptakan untuk bersenang-senang di waktu luang. Jika di mainkan secara berlebihan pasti mengganggu kesehatan tubuh maupun mental.

Industri game terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan internet.

Game selain untuk bersenang-senang, juga untuk di gunakan untuk mencari pencarian lebih atau bahkan menjadi sebuah pekerjaan. Bisa kami sarankan untuk mencoba permainan CEMEIDR, yang sudah memiliki banyak pemain di asia.

Penulis : Nuclearworld

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *